3 Cara Mengelola Utang Dengan Baik Dan Benar

Utang memang menjadi salah satu solusi saat kondisi terdesak. Namun, apabila tidak dikelola dengan baik, utang bisa menjadi sumber masalah finansial. Apalagi kalau kamu berutang pada teman atau orang terdekat dan tak kunjung membayar, pertemananmu bisa rusak. Iya, gak? Nah, biar utangmu gak makin numpuk sampai dikejar debt collector, coba praktikkan tiga tips di bawah ini!
1. Buat daftar utang, lalu lunasi berdasarkan skala prioritas

Pertama-tama, buat daftar utang dari yang paling besar sampai paling kecil. Kemudian, lunasi satu per satu berdasarkan skala priotitas. Misalnya, lunasi utang yang memiliki bunga paling besar dahulu. Selama proses pelunasan, hindari pengeluaran-pengeluaran tersier. Ingat, menuruti gaya hidup tidak akan ada habisnya. Tahan dulu untuk jajan kopi kekinian, nongkrong di kafe, atau liburan. Membayar utang adalah prioritasmu saat ini!

2. Pastikan besaran total utang tidak lebih dari 30 persen dari pendapatan

Menurut Perencana Keuangan, Prita Ghozie, utang masih bisa dikategorikan sehat apabila tidak lebih dari 30 persen dari pendapatan. Dengan demikian, kamu masih bisa mengalokasikan penghasilanmu untuk kebutuhan lain. Apabila utang yang kamu miliki lebih dari 30 persen dan mengganggu cash flow keuangan, segera evaluasi. Lunasi utangmu tanpa membuka utang baru.

3. Buat alokasi anggaran tiap bulan

Setelah semua utang lunas, segera buat alokasi anggaran bulanan. Dengan demikian, pengeluaranmu tidak akan bocor. Ada beberapa metode alokasi gaji yang bisa kamu coba dari Prita Hapsari Ghozie. Untuk kamu yang bergaji UMP, lakukan metode commitment budgeting setiap kali menerima gaji, yaitu 75 persen untuk kebutuhan sehari-hari dan 25 persen untuk tabungan atau investasi. Apabila penghasilan kamu sudah di atas UMP hingga double digit, kamu bisa pakai metode simple budgeting. Caranya kamu bisa alokasikan 50 persen gaji untuk biaya hidup, 30 persen untuk tabungan atau investasi, dan 20 persen untuk gaya hidup.

Metode ZAPFIN cocok banget buat kamu yang penghasilannya sudah mumpuni banget, misalnya di atas Rp30 juta. ZAPFIN terdiri atas zakat, assurance, present consumption, future spending, dan investment. Gunakan 2,5 persen gaji untuk zakat, 10 persen untuk asuransi dan dana darurat, 70 persen biaya hidup rutin, 5 persen untuk nabung pembelian besar, dan 10 persen untuk investasi

Posting Komentar

0 Komentar